.quickedit{ display:none; } }
RSS

Design Karakter


Kelas Novel #1                                                Ciputat, 24 Maret 2011
Setelah teman-teman menentukan tema dan genre, langkah selanjutnya adalah mematangkan karakter dalam novel. pilihlah tema yang unik, karakter tokoh yang tidak biasa, dan pemilihan nama yang unik. Karakter yang unik adalah unsur pembangun yang membuat kisah menjadi hidup. Di sini, sangat penting untuk mempertahankan karakter yang unik dari awal sampai akhir. Karakter-karakter dalam sebuah novel harus konsisten (mind-set/cara berpikir harus sama, bahasa tubuh tidak berubah, reaksi terhadap sesuatu tidak berubah kecuali ada perubahan hebat yang membawa trauma pada sisi psikologis atau fisiknya). 


Trik Menciptakan Karakter yang Khas.
  1. Pikirkan nama lima orang yang paling anda ingat (bisa teman, saudara, kerabat, tetangga, atau tokoh)
  2. Tuliskan karakter dari masing-masing orang tersebut (warna dan bentuk rambut, warna kulit, tinggi badan, tiga sifat utama, hobi, acara televisi yang paling disukai, impian atau cita-citanya, warna kesukaannya, makanan kesukaannya, dll)
  3. Ciptakan satu nama untuk tokoh utama, misalnya: Sutet.
  4. Ambil satu karakter dari lima nama tersebut untuk diberikan kepada tokoh Sutet. Misal: dari nama A diambil bentuk rambutnya, dari nama B diambil impian/cita-citanya, dari nama C diambil tiga sifat utamanya, dan seterusnya)
  5. Kini karakter Sutet telah memiliki karakter sendiri yang unik, yang berasal dari campuran karakter lima orang yang anda kenal tersebut. Keunikan karakter si Sutet akan memberi kekuatan pada jalan cerita nantinya. 

Membuat karakter menjadi lebih hidup:

1.     Bangun sejarah tokoh
·         Kenapa ia memiliki watak seperti itu,
·         Bagaimana perjalanan hidupnya,
·         Bagaimana lingkungannya,
·         Rasionalisasikan karakter.

         2.    Buatlah ‘will’ atau ambisi tokoh
·         Buatlah mimpi yang spesifik,
·         Munculnya will tersebut harus punya sejarah,
Will yang kuat dan memiliki dorongan yang kuat akan membentuk sebuah cerita yang menarik.

Setelah merampungkan karakter, langkah selanjutnya adalah merampungkan deskripsi. Deskripsi di sini adalah bentuk lain dari memotret setting cerita. Misalnya, kita memilih setting berupa stasiun kereta api di New York. Deskripsikan suasana di stasiun kereta api tersebut dengan tuntas (suasana dalam stasiun, lorong-lorongnya, loket, bentuk bangunan, jam kereta datang dan berangkat, jam orang berangkat dan pulang kerja dengan menggunakan kereta, dan sebagainya). 

Berbeda dengan karakter yang bisa diciptakan seliar mungkin menurut imajinasi penulis, deskripsi harus dikendalikan agar pembaca benar-benar bisa merasa terlibat dalam cerita. Untuk membantu menghidupkan deskripsi, kita bisa mempraktekkan sejumlah gerakan. Misalnya, kita hendak mendeskripsikan suasana pertarungan. Praktekkan gerakan dalam pertarungan tersebut agar diperoleh gambaran yang jelas mengenai adegan pertarungan itu sehingga deskripsinya akan menjadi lebih baik. Contoh penulis yang sangat detil dan teliti untuk soal deskripsi adalah N.H. Dini. 


TULIS DAN SELESAIKAN….!!!!

Moga Rangkuman ini bermanfaat…. 

* Lukmanul Hakim (Peminatan kelas Novel FLP Ciputat dengan pemateri: Mas Sakti Wibowo)
*Yuli Nava  (Disarikan dari Pelatihan Menulis Novel FLP AC 2009 dengan pemateri: Tasaro Gk)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment