.quickedit{ display:none; } }
RSS

RENCANAKAN KEMATIAN YUK…!


“Bekakakak Ah dah gila lu com…!“ kalimat pertama yang keluar dari mulut temanku ketika melihat judul tulisan ini. Ada lagi yang berkata, “Ngapain sih mati aja pake direncanain? Kurang kerjaan amat miring ni bocah, udah edan lu ya com?”.


Tapi mungkin walau Cuma sejenak, pastinya pernah terbersit dipikiran sobat muda tentang pertanyaan ini. 


Balik ke peristiwa Iedul kurban kemarin, dimana saya melihat embe-embe (kambing) yang bercucuran keringat dan air mata ketika melihat penjagal mengasah pisau, bulu kuduk si embe pun berdiri. Menatap kesekeliling banyak ibu-ibu dan anak-anak yang membawa kupon dan siap mengantri mengambil dagingnya. Dalam hati si Embe, “Biarlah..aku rela, aku pasrah, akan mengorbankan nyawaku demi kalian, asalkan kalian bahagia. Tapi kumohon satu, kenanglah aku sepanjang hidupmu” kemudian di kalungkanlah si embe dengan nama pemilik hewan kurban dan nomor antrian untuk di sembelih. Selamat jalan Embe…! (mungkin ni kambingnya seorang Penyair kali, mellow banget ya..)


Diam-diam terbersit pikiran nakal si oncom, “kita juga bakalan meninggal kan? Tinggal tunggu antrian aja.” Entah kalian duluan, saya belakangan. Atau saya belakangan kalian duluan, ha sama aje dah..! dan bukankah kematian adalah sebuah pesan yang diam? Diam-diam kita pun akan mendapati kematian yang menghampiri kita atau kita yang nekat mencari mati. 


Baik itu Presiden, pejabat, direktur, ustad, polisi, preman, tukang asongan, Orang tua yang sudah bau tanah atau anak muda yang bau ketek.ups.. semua pasti dapat nomor antrian dan ngga pandang bulu, yang punya bulu pasti kan merasakannya, ups salaaah, yang benar adalah yang bernafas pasti kan merasakan yang namanya kematian.


 Tapi justru ada hal menarik adalah ternyata kemulian seseorang, terkadang bisa di tampakan oleh Allah pada saat kematiannya. Orang bertakwa pasti yakin bahwa kematian adalah salah satu jalan untuk bertemu dengan Rabb nya sehingga mereka merindukan kematian ketimbang hidup dijaman edan yang banyak fitnah disana-sini. Bagaimana tidak edan, mereka yang hobinya bermaksiat dan bikin dosa takut pada yang namanya mati dengan alasan stok pahalanya masih kurang.hiihi ada lagi yang bilang “ane mah sengaja bikin dosa, kan katanya kalau banyak dosanya matinya lama… walaaaaah gebleeeg..! edan kan..!


Melihat peristiwa meninggalnya ustad Zainuddin MZ Dai Sejuta Umat kemarin agak ngiri juga. Dimana lebih kurang 1000 orang hadir untuk menyolatkan dan hadir di pemakamannya. Mungkin diantara Jemaah yang hadir pada saat itu, cuma saya yang sedang menghayal, bagaimana saya bisa meninggal dalam keadaan baik dan husnulkhatimah, terus yang hadir sekitar 5000 orang dari berbagai kalangan. Dari Pejabat sampai rakyat jelata, ustad sampai preman, dari tentara sampai ibu-ibu PKK ngga mau ketinggalan.


Setelah jenazah saya di masukan kedalam kereta jenazah (konon ini mobil yang paling diketakuti oleh semua orang, presiden kah dia atau seorang preman sekalipun, yakindah kalau sudah masuk didalamnya pasti diem dah..) didekat pemakaman Presiden memberi penghormatan terakhir, terdengar suara tembakan ke udara ala militer gitu..! berita infotainment semua memberitakan berpulangnya sang oncom putra bangsa, mereka sangat kehilangan anak muda berbakat yang telah mengharumkan nama bangsa.


Lamunanku tidak berhenti sampai disitu, terbayang ketika Terry Putri membawakan berita infotainment nya dengan sangat sedih dan mencucurkan air mata..wooow kereeen. Semua orang sangat kehilangan Seorang Pejuang Sejati, foto foto saya terpampang di Majalah-majalah, dari majalah anak muda sampai majalah Trubus, dari Koran Kompas sampai Lampu Merah. Judul di halaman mukanya SELAMAT JALAN PEJUANG SEJATI SANG ONCOM. KAMI MERINDUKANMU..! dan anak Bontot saya pasti berpikir "Bokap gw kereeeen...! I Luv U Dad.." lebai banget ya..ya terserah saya..inikan lamunan saya ya mau-mau saya donk..! hahai poko’e No Narcist No Exist.


Ketika saya terbangun dari lamunan itu ribuan wartawan dalam pikiran menanyakan beberapa pertanyaan:
1.  Kapan aku meninggal?
2.  Di mana aku akan di makamkan?
3.  Bagaimana dan dalam kondisi apa aku matiSiapa dan berapa yang akan hadir ke pemakamanku?
4.  Apa prestasimu ketika hidup?
5.  Persiapan apa yang sudah disiapkan untuk bertemu Tuhanmu?

Jerome irving Rodale seorang penemu makanan organik dan Penerbit Koran Rodale, ketika diwawancarai sebuah stasiun televise dalam acara Dick Cavett pada tahun 1971 bahwa ia akan hidup hingga umur 100 tahun. Sesaat kemudian, Rodale 72 Tahun tewas terjungkal dari kursi akibat serangan jantung diacara tersebut, alhasil wawancara tersebutpun tidak pernah disiarkan. Merinding euy..


Kita berpeluang mati dalam keadaan baik jika mayoritas waktu kita dialokasikan untuk kebaikan. Sebaliknya, jika kita alokasikan untuk berbuat maksiat dan hal-hal aneh, kemungkinan matinya dalam keadaan aneh. Jadi arwah penasaran dah kaya di film-film horror Indonesia. Pilih meninggal sedang membaca Al-Qur’an atau sedang membaca majalah Playboy? Meninggal sedang diPengajian dan majlis Dzikir atau di Diskotik sedang Mabok? Takut kalau nanti setelah meninggal tidak ada yang kirimin doa. Tetangga kerabat malah doain cepet mati dan pesimis gitu, “Ya Udalaaaaah, ngapai juga didoain, Toh ujung-ujungnya neraka juga. Habis hidupnya nyusain orang doaank..” hiihiiii


 Yuk buat menejemen waktu sekarang, ini bukan hanya terbatas pada kuadran penting, genting, dan tidak penting, tapi juga ditinjau dari aspek manfaat, kurang manfaaat, dan tidak manfaat.


Fail to plan is plan to fail, ketika kita gagal membuat sebuah rencana, secara tidak langsung kita telah merencanakan kegagalan. 


Hidup itu hanya sekali kawan, maka hiduplah yang bermanfaat…!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 comments:

Sabtu Ceria said...

thx sobat atas tulisanx..
ngingetin bngt...
dh pny bkal ap y kita bwt ngdepin takdir yg satu ini...???????

(berkunjung jg dun k blog kami.. ^^)

impiansuper said...

Yup.. maksih juga dah mampir di mari... follow yah.. ok siap meluncur ke blognya Sabtu ceria..

Post a Comment