“Saya terima nikahnya Rianty Catwalk bin Sumitro dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan alqur’an di bayar tunai”
“Bagaimana Saksi” Pak amil bertanya.
“Syah..Syah..Syah..” serempak para saksi menjawab yakin. Wajah sumringah dari sang putri cantik bergaun putih dan lelaki tapam berjas hitam, lelaki itu diriku. Kalau lagi pakai jas gini julukan oncom pada diriku hilang seketika karena semua tersepona dengan ketampananku, mulai saat ini aku jadi sang Pizza.hehe
Padahal itu Seperangkat alat sholat punya emak sama alqur’an minjem di mushola,he seenggaknya lebih bermodal dikit daripada seperti judul di sinetron “Kupinang kau dengan Bismillah”. Ngirit Gilaaa..hehe
Jemari lentik Rianty Catwalk siap untuk ku pakaikan sebuah cincin berlian 24 karat. Senyum mesra dari wajahnya menggetarkan gerakku yang seketika menjadi kaku. Berbisikku dalam hati “ betapa cantiknya bidadariku yang kan menemaniku dalam suka dan duka yang kan menjadi ibu dari anak-anakku nati, jadi grogol gini..! “haha.
Ya secantik apapun dia wanita yang kan mendampingiku nanti, tetap ia akan mendapatkan gelar “Buluk”, kasian yah… Lukman nama asliku, ketika jadi Bapak orang-orang akan memanggil “Pak Luk” dan istriku kan di panggil “Buluk”. Tragis yah…
Makanya Tamara Belipengki, Ashanti, Rianty Cat Walk aku tolak ketika ia menyatakn cinta padaku. Haha Ngarep.com Karena kasian nanti di panggil Buluk.
Sedang asyiknya memandangi indahnya purnama hatiku tiba-tiba hujan lebat. Dan sialnya hujan itu membangunkanku dari mimpi indah malam ini.
“Coooom bangun, kaga Gawe lu..” emak membangunkanku sambil mecipratkan air kemuka tampanku.ha Mimpi indahku hancur lebur seketika, padahal “oncom” siap menjadi “combro” malam itu.
Bunga tidurku boleh hancur, tapi pagi ini aku harus semangat dan siap mengejar impianku. Seperti biasa teman sekaligus rival sejatiku menemani keberangkatanku ke kantor, Candra Umimashen atau yang lebih terkenal dengan panggilan “Cumi”,ha anak belasteran jepang-Indonesia alias sisa-sisa penjajahan Jepang di bumi pertiwi.
“SemangkaAAA..” Teriak suara merduku menggemparkan alam semesta.he
“Ko Semangka com ?” Tanya Cumi.
“Ya Semangat Karena Allah maksudnya mabro..” jawabku sambil menaiki bis sejuta umat alias bis 510 yang tidak asing lagi buat anak UIN ciputat. Kakek, nenek, om, tante, ade, kakak, encang, encing, enyak, babeh, waah pokoknya semua ada di dalem bis ini.
“Bismillah…” tak lupa kuucap dan bis pun melaju dengan kencangnya.
“Bis millah…? Bis malem kaleee..hehe satu kosong com. Bismillah itu apa si com? Cumi bertanya.
Cumi memang beragama Kristen tapi keingintahuannya tentang islam sangat tinggi.
“Ya beginilah umat islam jika akan melakukan segala sesuatu dianjurkan berdoa dengan menyebut nama Allah” jawabku dengan mantab, seperti ustad-ustad di Tipi (Televisi).
Ketika kami bercuap-cuap alias bercakap-cakap, langit bocor dan hujanpun turun dengan derasnya dan tiba-tiba bis 510 yang kami tumpangi ngerem (Berhenti mendadak) karena ada nenek-nenek nyebrang sembarangan.
“HaaalleeeLuuuYaa..” Teriak Cumi dengan spontannya.
“Halleeeluuuyaa…? Halilintar kaleee..hehe satu sama mabroo… “aku membalas ejekan cumi. Cumipun tertawa terbahak-bahak.
Kami memang sering bercanda bahkan saling mengejek, kami memang berbeda agama dan keyakinan, kami boleh berbeda dalam segala hal, tapi tidak dalam cinta. Sahabat sejati tak mengenal sakit hati, dan tak pernah ada dendam dihati. Oleh karenanya agak miris melihat peristiwa Pembantaian ambon, Maluku utara, Poso, yang tidak lain karena masalah agama. Ckckck sungguh terlllaaalu.
Kegilaan kami tidak sampai disini, sekedar menghilangkan suntuk didalam bis sejuta umat yang baunya sudah campur aduk, minyak wangi Casablanca jadi bau Pete, Axe jadi bau ketek.alamak keceplosan.
Ada seseorang wanita muda turun di Dekat Seskopol di Pasar Jum’at, keusilan Cumi dimulai dan dia pun beraksi.
“Kiriiiii piiiir, ada anak Polisi mau turun..” penumpang yang tidur sampai terbangun mendengar suara Cumi yang menggelegar.
Kemudian tidak jauh ada anak SMA yang turun di dekat loket PLN,
“Kiriiii Piiir, ada anak Tukang Listrik mau turun…”
Kemudian di dekat pebangunan gedung pertokoan baru di Pondok Indah ada pengamen yang turun.
“Kiri Piiir, ada anak arsitek mau turun…!! “ semua penumpang tertawa dan terhibur dengan kekonyolan si Cumi. Ngga tau emaknya ngidam apa waktu dia dalam kandungan, Sampai ini penyelidikanku tentang sicumi belum berhasil.ha
Sampai di dekat makam pahlawan Kalibata cumi pun turun karena sudah dekat dengan kantornya. Karena turunnya dekat makam, langsung aku berteriak.
“Kiriiii piiir, ada anak Setan mau turun..hiihiihiii” teriakku dengan kencangnya.
“Siaaaal lu com, liat pembalasan gw besok..hahaa ” jawab cumi.
Segala kebaikan yang kita lakukan akan di balas walau hanya sebesar sebiji kopi, begitu juga dengan kejahatan yang kita lakukan. Setiap yang bernafas pasti akan mengalami yang namanya kematian.
Sudah siapkah kita dengan bekal amal kebaikan-kebaikan kita ketika azal menjemput?
Atau malah sebaliknya berpulang dengan tangan hampa atau kejahatan yang menumpuk, dan termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. nauzubillah
“Maka dari nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan?”.







5 comments:
ooooohh ini toh cerita mobil sejuta umat... dikira kenapa dsuruh baca inii. kocak abies kaaa..
karung mutiara gak pernah di isi lgi kak?
hehe..maksih Nisa Dewi dah mampir di mari... tanks jg comentnya.. ia karung mutiara tu, lupa paspord nya..hiihii
Hahahhaa... Sumpah lucu banged..
bis 510 adalah bis yg aku sangat kenal, bertahun2tahun kuliah naik ini....
Like This...
ikutan ah tawa,,hiiihiihiii..
waah pasti kenal silsilah bis ini yeh.. 510 bin Deborah bin D01 haha
Post a Comment